Wednesday, May 31, 2017
PAGANISME: KEPERCAYAAN ATAU AGAMA?
Friday, February 10, 2012
syarat dan adab2 "istighfar"
Istighfar yang diterima oleh Allah SWT harus memenuhi syarat-syarat dan etikanya; yaitu, antara lain:
1. Syarat yang pertama adalah: niat yang benar dan ikhlas semata ditujukan kepada Allah SWT. Karena Allah SWT tidak menerima amal perbuatan manusia kecuali jika amal itu dilakukan dengan ikhlas semata untuk-Nya. Allah SWT berfirman:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" [QS. Al Bayyinah: 5].Dan sabda Rasulullah Saw :
"Seluruh amal perbuatan manusia ditentukan oleh niatnya. Dan orang yang beramal mendapatkan balasan atas amalnya itu sesuai dengan apa yang diniatkannya". Hadits muttafaq alaih.2. Syarat kedua adalah: agar hati dan lidah secara serempak melakukan istighfar. Sehingga tidak boleh lidahnya berkata: aku beristighfar kepada Allah SWT, sementara hatinya ingin terus melakukan maksiat. Dari Ibnu Abbas r.a. diriwayatkan, ia berkata: "orang yang beristighfar kepada Allah SWT dari suatu dosa sementara ia masih terus menajalankan dosa itu maka ia seperti orang yang sedang mengejek Rabbnya!"
Rabi'ah berkata: istighfar kita butuh kepada istighfar lagi! Jika istighfar kita hanya dengan lidah saja, tidak disertai dengan hati.
3. Di antara adab yang melengkapi istighfar itu adalah: agar ia berada dalam keadaan suci, sehingga ia berada dalam kondisi yang paling sempurna, zhahir dan bathin. Seperti dalam hadits Ali bin Abi Thalib, ia berkata: Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. (dan apa yang diucapkan oleh Abu Bakar itu adalah benar adanya) meriwayatkan kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabsda:
"Tidak ada seseorang yang berbuat dosa, kemudian ia bangun dan bersuci serta memperbaiki bersucinya, kemudian ia beristighfar kepada Allah SWT, kecuali Allah SWT pasti mengampuninya" [Al Hafizh berkata: hadits ini diriwaytkan oleh Ahmad dan yang empat dan Ibnu Hibban mensahihkannya. Fathul Bari: 11/ 98. Sedangkan dalam Jami' Shagir dinisbahkan kepada Abi Daud dan Tirmizi. Sementara Al Albani menyebutkannya dalam Dha'if al Jami' (5006)]. Kemudian Rasulullah Saw membaca ayat :"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui" [QS. Ali Imran: 135].Dalam hadits Abu Bakar secara marfu' dikatakan:
"Tidak ada orang yang dianggap terus melakukan dosa jika ia langsung beristighfar dan meminta taubat, meskipun dalam satu hari ia dapat mengulang (dosa itu) sampai tujuh puluh kali " [Dalam Fathul Bari: Hadits dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmizi juga].4. Di antara adab itu adalah: agar ia ber istighfar kepada Allah SWT, dan ia berada dalam kondisi takut dan mengharap. Karena Allah SWT menyifati diri-Nya dengan firman-Nya:
"Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya" [QS. Ghafir: 3].Dan firman Allah SWT :
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. Al Maidah: 98]."Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zhalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaan-Nya" [QS. ar-Ra'd: 6].Ayat-ayat semacam ini banyak, dan seluruhnya menanamkan keseimbangan dalam hati antara takut dan mengharap. Tidak ada yang merasa aman dari balasan Allah SWT, kecuali mereka yang merugi. Dan tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah SWT kecuali orang-orang kafir.
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. al Hijr: 49].
Oleh karena itu orang yang melakukan dosa tidak seharusnya meninggalkan istighfar, sebanyak dan sebesar apapun dosa yagn telah ia perbuat. Karena ampunan Allah SWT lebih besar dari dosanya itu, rahmat-Nya lebih luas, dan ampunanNya lebih besar.
Dalam hadits qudsi yang terkenal, yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Dzar dari Nabi Saw dari Rabbnya Azza wa Jalla:
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka minta ampunlah kepada-Ku niscaya Aku ampuni kalian ".5. Di antara adab itu adalah: agar ia memilih waktu yang utama. Seperti saat menjelang subuh. Seperti firman Allah SWT :
" Dan yang memohon ampun di waktu sahur" [QS. Ali Imran: 17]."Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)" [QS. adz-Dzariaat: 18].Para mufassir berkata: beliau menunda istighfar itu hingga waktu menjelang subuh, karena pada saat itu, doa lebih dekat untuk dikabulkan, jauh dari ria, lebih bersih bagi hati, dan ia adalah waktu tajalli Ilahi pada sepertiga terakhir dari waktu malam.
Dan ketika anak-anak Ya'qub berkata kepada ayah mereka: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)". Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. Yusuf: 97-98].
6. Di antara adab itu adalah: istighfar dalam shalat. Pada saat bersujud, sebelum salam atau setelah salam.
Rasulullah Saw telah mengajarkan Abu Bakar untuk mengucapkan sebelum salam: "Wahai Allah, sesungguhnya aku telah berbuat zalim kepada diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau, maka ampunilah daku dengan ampunan dari-Mu, dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi ampunan dan Maha Penyayang ".7. Di antara adab itu adalah: agar ia berdo'a bagi dirinya sendiri dan bagi kaum mu'minin, sehingga ia masuk dalam kelompok mereka, semoga Allah SWT menyayanginya dan mengampuninya dengan berkah mereka dan dengan masuk dalam kelompok mereka.
Oleh karena itu kita dapati para nabi tidak hanya ber istighfar kepada diri mereka. Namun juga bagi diri mereka, bagi kedua orang tua mereka, serta bagi kaum mu'minin dan mu'minat seperti terdapat dalam do'a Nur dan Ibrahim serta nabi-nabi lainnya.
Di antara do'a Nuh itu adalah:
"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan" [QS. Nuuh: 28].Dan dari do'a Ibrahim adalah:
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang -orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" [ QS. Ibrahim: 41].8. Di antara adab itu adalah: agar ia berdo'a dan ber istighfar dengan redaksi yang disebutkan dalam al Quran dan sunnah. Karena ia adalah redaksi yang terbaik, paling besar nilainya, paling luas maknanya serta paling merasuk dalam hati. Berbeda halnya dengan redaksi-redaksi doa dan wirid lain yang dibuat oleh manusia, di sana tidak ada kemanusiaan susunan kalimat al Quran serta keindahan kata-kata yang digunakan dalam hadits.
Dan dalam ber istighfar dan berdo'a dengan al Quran dan hadits itu mendapatkan dua balasan:
- Balasana doa dan istighfar.
- Balasan mengikuti al Quran dan sunnah.
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" [QS. al A'raaf: 23]."Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [QS. al Mumtahanah: 4-5].Dan dalam hadits terdapat do'a dengan redaksi yang bermacam-macam. Di antaranya adalah sayyidul istihgfar yang telah kami sebutkan sebelumnya. Di antaranya adalah:
"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir " [QS. Ali Imran: 147].
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" [QS. Al Hasyr: 10].
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu"; maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti" [QS. Ali Imran: 193].
"Wahai Tuhanku, ampunilah kesalahanku, kebodohanku serta tindakanku yang berlebihan dalam urusanku".Di antaranya adalah:
"Ya Allah, jauhkanlah daku dari kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahanku dengan air, salju dan embun. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan seperti baju yang putih dibersihkan dari kotoran". Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah dan diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari A'isyah. Dan adalah Rasulullah Saw berdo'a dengan do'a itu setelah takbiratul ihram dalam shalat, serta sebelum membaca surah Al Fatihah.Di antaranya adalah:
"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, luaskanlah rumahmu dan berilah keberkahan dalam rezekiku". diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmizi serta ia menilainya sebagai hadits hasan, dan Abu Ya'la serta periwayat yang lain dari Abi Musa.Judul Asli: at Taubat Ila Allah
Pengarang: Dr. Yusuf al Qardhawi
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani
Penerbit: Maktabah Wahbah, Kairo
Cetakan: I/1998
sumber:http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Taubat/Syarat.html
Friday, January 6, 2012
PERSOALAN SERING TERBANGKIT DI HATI
KENAPA AKU DIUJI?
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Surah Al-Ankabut : 2-3)
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah : 216)
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah Al-Baqarah : 286) RASA FRUST? "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Surah Al-Imran : 139)
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan) & bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." (Surah Al-Imran : 200) "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Surah Al-Baqarah : 45)
APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka."(Surah At-Taubah : 111)
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." (Surah At-Taubah : 129)
AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI !!!!!
"... ..dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf : 12)
I said to Allah : "I hate life" Allah replied :"Who asked you to love life..?? Just love me and life will be beautiful ♥ Sahabatku, janganlah kau merasa takut, rugi & menyesal untuk meninggalkan sesuatu kerana Allah. Janji Allah itu pasti & Allah tidak pernah memungkiri janji-Nya. Sesungguhnya ada sesuatu yang lebih baik yang telah Dia takdirkan buat hamba-Nya yang tidak pernah berputus harap untuk memohon hanya yang terbaik dari-Nya. Takkan menyesal buat mereka yang melakukan sesuatu & meninggalkan sesuatu semata-mata hanya kerana Allah
KERANAMU IBU
♥♥ Kisah Benar ♥♥ Pelajar : Ustazah,doakan saya ustazah,saya nak dapat 5A dalam UPSR ni. Serius.
Ustazah:Ya,insyaAllah ustazah doakan.
Pelajar : Ustazah kata nak doakan,tapi ustazah tak mintak nama saya pun.
Ustazah :Ya,apa nama awak?
Pelajar : Adam ustazah.
Ustazah : Kenapa awak macam beria-ia sangat ni?
Pelajar : Saya kena dapatkan 5A jugak,sebab saya nak tuntut
hadiah dari mak saya. Mak saya kata,kalau saya
dapat 5A,saya boleh mintak apa saja.
Mak saya tak tahu lagi apa saya nak.
Ustazah : Boleh ustazah tahu apa permintaan Adam?
Pelajar : Saya nak mak saya tutup aurat ustazah.
Ustazah terkejut dan terharu,lantas beliau mengangkat dua tangannya dan terus berdoa untuk si pelajar tadi. Allahu Rabbi..♥♥
Wednesday, December 28, 2011
KERANA AURAT
Apabila bercakap mengenai aurat secara keseluruhannya memfokuskan kepada kaum hawa ini kerana aurat mereka lebih berat untuk dilaksanakan berbanding lelaki,dan mejadikan satu masalah yg besar didalam kalangan umat islam pada zaman kelalaian ini termasuklah di dalam masyarakat malayu.
Persoalan penutupan aurat wanita dipandang remeh oleh sebilangan besar masyarakat kita.Kononnya masalah penutupan aurat adalah hak induvidu .Tebal atau nipis iman di dada bukan terletak pada gaya atau fesyen pakaiannya.
Betulkah dan bagaimanakah pula seriusnya masalah pendedahan aurat dalam media massa sehingga menimbulkan kacau-bilau dan simpang -siur di dalam gaya kehidupan kita? Mentaliti juga sangat dipengaruhi oleh persoalan pendedahan aurat rupa-rupanya.
Kebimbangan hari ini tidak terhenti kepada persoalan aurat semata-mata malah menular kepada isu implikasinya yang mengundang kepada kemungkaran seksual, pembuangan bayi, penderaan dan pelakuan zina dalam masyarakat yang mengakui dirinya Islam.
Perkembangan media massa kini yang pada asalnya merupakan elemen penyebaran maklumat kian tersingkir dengan memperlihatkan kepada kita seolah-olah ia medan untuk mengaut keuntungan semata-mata. Di sinilah bermulanya unsur yang mendesak kepada saingan untuk mengeksploitasikan aurat wanita sebagai umpan paling laris lagi mujarab.
Bermulanya dengan majalah hiburan yang boleh dikatakan 100% terlibat dalam eksploitasi kaum hawa seperti URTV, Hai, sehinggalah kepada majalah-majalah komik Mangga , Syok dan Remaja malah dalam keadaan tertentu penerbitan bacaan ilmiah dan berunsur maklumat juga tidak melepaskan peluang untuk menggunakan umpama pelaris seperti Jelita, Wanita, Dewan Siswa dan Dewan Masyrakat. Ini belum dikira lagi majalah -majalah yang kian membanjiri pasaran tempatan hari ini, yang sengaja diimport dari luar seperti Her World, She Elle, Vogue dan Cosmolitan sebagai contoh.
Dalam konteks ini, timbul persoalan tentang hukum kerjaya wanita dalam media massa terutama sebagai model iklan atau cover girl yang menjadi kegilaan remaja islam masa kini. Prof.Dr Shalaby menggariskan tentang maksud wanita berkerjaya dalam Islam sebagai mereka yang berkerja di luar rumah dengan menyebut beberapa pra syarat yang perlu diikuti iaitu:-
* Boleh menutup aurat dengan kebenaran tanpa ada paksaan untuk membukanya
* Tidak menjerumuskan ke arah pergaulan bebas antara pekerja lelaki dan wanita
* Tidak memerlukan pergerakkan agresif yang menampakkan rasa ghairah golongan lelaki melihatnya
* Tidak menimbulkan fitnah seperti menarik perhatian atau rasa ghairah lelaki
* Kerjaya itu mestilah bukan jawatan tertinggi pemutus(decision maker/decesive leader)yang dikhususkan untuk golongan leleki
Ini bertepatanlah dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah:-
"Aku tidak meninggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih besar bahayanya bagi kaum lelaki selain wanita". (muttafaqun A'laihi)
Sebagai rumusan, kita boleh menyimpulkan faktor berlakunya pengeksplotasikan aurat wanita hari ini sebagai:
* Penglibatan wanita dengan kerelaan yang tidak menyedari senario. Pengeksplotasikan ini sebagai satu bentuk penghinaan kepada mereka. Ini berlaku hasil daripada gagalnya panduan suasana persekitaraan dan sistem pendidikan mereka
* Pihak penerbitan yang mengambil kesempatan atas kelemahan wanita dan undang-undang
* Kerajaan dan undang-undang yang tidak ada usaha ke arah membendung gejala eksplotasi aurat wanita secara serius malah kadangkala sebagai faktor penggalak.
* Masyarakat yang turut sama memberi sokongan secara langsung atau tidak
Untuk itu, sistem perundangan negara ini, khususnya Akta Media Cetak dan Elektronik perlu diislamisasikan dengan kadar segera. Kesucian agama hendaklah diutamakan meskipun tidak mendatangkan banyak keuntungan yang berbentuk duniawi kemudian hendaklah isu ini dapat diatasi dan dibendung... ..
Wanita Seri Pemuda, Mulia Agunglah Pemuda, Hina Wanita Rosaklah Pemuda, Rosak Pemuda Binasalah Negara
sumber:http://virtualfriends.net
Tuesday, December 27, 2011
MENIPU!!!
Sama ada kita kaki menipu atau selalu ditipu, kedua-duanya tidak baik untuk manusia yang mempunyai harga diri. Dua perkataan yang bunyinya nyata lebih kurang sama. Apa yang jelas, kedua-duanya mempunyai makna yang tersendiri. Menipu bermaksud, mengenakan tipu daya. Manakala ditipu pula ialah, diperdaya oleh orang lain.Kenapa harus menipu? Atau kenapa harus diberi peluang kepada orang lain untuk membenarkan mereka menipu diri kita?
"Kak Tipah Tertipu, Sudah dikecek, dikecong pula"
Peribahasa di atas bermaksud, kena tipu lebih dari sekali.Amat malang bagi manusia yang tidak menjadikan kesilapan masa lalu sebagai panduan pada masa mendatang. Lebih malang apabila menyalahkan takdir di atas kesilapan diri sendiri akibat ditipu oleh orang lain. Menyalahkan takdir seperti juga menyalahkan Allah. Takdir itu tidak akan berlaku sekiranya, kita mengambil iktibar di atas perkara lepas.
John Santayana pernah berkata,
“Celakalah manusia yang mengulangi kesilapan yang pernah sejarah ceritakan.”
Kenyataan John Santayana ini sebenarnya telah disuarakan sendiri oleh Nabi Muhammad saw pada 1500 tahun lalu.Kata baginda,
“Orang yang beriman tidak akan kena sengat dua kali dalam satu lubang" (Sahih Muslim).
Apakah segnifikannya hadith di atas terhadap diri manusia? Hadith tersebut mengajar manusia bahawa kehidupan seseorang muslim yang mukmin, seharusnya terhindar dari melakukan kesilapan yang sama lebih dari sekali.Kerana ia melambangkan kebodohan dan kecuaian. Sedangkan Islam membawa panji kebijaksanaan dan keberhatian yang membawa kepada kebaikan kepada semua makhluk.
“Orang yang bijak itu nampak lebih besar walaupun umurnya masih muda, Manakala orang yang jahil itu nampak kecil walaupun umurnya sudah tua.”
Ayat di atas bukanlah hadith atau dalil-dalil yang dapat menghujahkan hukum.Ia cumalah sebuah ungkapan syair yang saya petik dari ribuan syair berbahasa Arab. Syair ini menggambarkan bahawa kebijaksaan itu tidak datang pada yang tua atau muda. Ia bergantung kepada manusia itu sendiri. Sama ada mahu menjadi Bijak atau Jahil.Beruntunglah mereka yang bijak dan mukmin, kerana mereka tidak akan menipu dan tertipu.
“Siakap senohong, Gelama ikan Duri, Bercakap bohong, lama-lama mencuri.”
Bohong atau menipu adalah dua perkataan yang sama maknanya. Orang-orang Melayu dahulu, sangat kreatif dalam membina peribahasa.Ungkapannya indah, halus bunyinya dan mendalam isinya.Bohong atau menipu, membawa impak besar kepada diri yang menipu dan juga orang sekelilingnya. Kerana menipu bukan sahaja membawa impak negatif diri penipu, tetapi kadangkala memberi kesan kepada masyarakat. Menipu dalam apa jua, adalah sesuatu yang dilarang oleh Islam. Sehinggakan Rasulullah menegaskan bahawa menipu untuk sekadar bergurau juga tidak dibenarkan dalam Islam. Sepertimana yang dikatakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadith,
“Celakalah orang yang berbicara, padahal dia menipu, untuk sekadar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, kemudian celakalah dia." (Hadith ini Sahih dalam Bulughul Maram oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqolani)
Moga kita tidak termasuk dikalangan orang yang menipu dan tertipu.Kerana orang yang bergantung harap kepada Allah, dan sentiasa berusaha untuk menjadi Muslim yang mukmin, pasti tidak akan menipu atau tertipu.Kepada Allah segalanya dikembalikan.
rujukan:iluvislam.com
Monday, December 26, 2011
Thursday, October 20, 2011
RAHSIA CINCIN NABI SULAIMAN
Monday, July 18, 2011
AKU SEDANG MENANTI DIRINYA
Seorang lelaki yang akan bergelar suami
Seorang mukmin yang merindui syahid di jalan ALLAH
Seorang hambaNYA yang senantiasa zikrullah
...
Dia seorang lelaki yang tegas dan berani
Dia tidak pernah takut untuk berkata benar
Dia tidak pernah gentar melawan nafsu yang ingin menguasai diri
Dia sentiasa mengajak aku berjuang berjihad fisabilillah
Dia selalu menghiburkan aku
Dengan alunan ayat-ayat suci Al-Quran
Dengan zikir-zikir munajat
Dengan surah-surah rindu yang dihafaznya
Ketika aku leka diulik mimpi indah duniawi
Dia menasihati ku supaya mengingati mati
Ketika aku sedang asyik terpesona dengan buaian cinta dunia
Dia menyedarkan aku betapa lazatnya lagi pesona cinta Yang Maha Esa
Dia memang sentiasa kelihatan penat
Matanya penat kerana membaca al Quran
Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir
Badannya letih kerana bermunajat di malam hari
Dia sentiasa mengingati mati
Baginya,dunia ini adalah pentas lakonan semata-mata
Kita hambaNYA adalah pelakon
Hasil keputusan lakonan kita akan diputuskan di padang Mahsyar nanti
Dia sentiasa menjaga matanya dari berbelanja perkara-perkara maksiat
Dia sentiasa mengajak aku mendalami ajaran Islam
Dia seorang yang penyayang dan taat akan kedua ibu bapa
Dia juga sentiasa berbakti untuk keluarga
Dia sentiasa tabah dan sabar dalam menghadapi dugaan
Baginya, dugaan-dugaan itulah yang akan menjahit semula
Sejadah imannya yang terkoyak
Lantaran mungkin kerana kekhilafannya sendiri...
Saturday, June 4, 2011
KENAPA ORANG ISLAM SEMBAH BANGUNAN KAIN HITAM !!(al-kisah)
"Kenapa orang Islam sembah bangunan kain hitam tu?"
"Oh.. itu Kaabah atau nama lainnya Baitullah"
"Baitullah tu apa?"
...
"Secara terjemahan mudah maknanya Rumah Allah"
"Allah ada dalam tu?"
"Tak.."
" Jadi, kenapa sembah bangunan tu kalau Allah tak ada dalam tu?"
"Yang saya sembah bukannya bangunan tu.."
"Kamu sembah apa?"
"Saya sembah Allah swt"
"Jadi, kenapa sembah bangunan tu?"
"Saya menghadap sahaja ke arah Kaabah tetapi saya tak sembah Kaabah.."
"Bukankah kamu sujud ke arah Kaabah, maknanya kamu sembah Kaabah la.."
"Kamu pernah tgk perlawanan bola dalam TV?"
"Pernah.. selalu.."
"Kamu tengok tv ke tengok perlawanan bola?"
"Tengok perlawanan bola la.."
"Di mana?"
"Dalam tv la.."
"Cuba buka tv tu, tengok di dalamnya ada stadium dan perlawanan bola ke tak.."
"Memanglah tak ada.. tapi itukan gambarnya ada.."
"Bukalah dalam tv, tengok ada ke tak gambar perlawanan bola dalam tu.."
"So..?"
"Maknanya kamu tengok tv, bukan perlawanan bola.. betul tak?"
"Tak.. aku tengok perlawanan bola la melaui tv tu.."
"Peliknya.."
"Sebab apa pulak pelik?"
"Ye la, kau cakap tengok perlawanan bola, sedangkan aku tengok dalam tv tu tak ada apa-apa.. yg ada hanya wayar je berselirat.."
"Memanglah dalam tv tu ada banyak wayar, tapi tv tu menayangkan gambar-gambar perlawanan bola dalamnya.."
"Hurm.. jadi tak peliklah ni..?"
"Ya.. tak pelik.."
"Jadi tak pelik jugalah aku sujud ke arah Kaabah untuk menyembah Allah swt.. walau pun dalam Kaabah tak ada Allah.."
"Erk.. kau betul.."
Friday, June 3, 2011
KEBESARAN BERSELAWAT
UKURLAH DIRI MU!!!
Jika diriMU tidak seindah SULAIMAN,
Mengapa mengharap teman setampan YUSUF,
Jika kasihMU tidak setulus ZULAIKA,
Tidak perlu mencari teman seteguh IBRAHIM,
Jika hatiMU tidak sekuat SARAH,
Mengapa di damba teman hidup seistimewa KHADIJAH,
Jika diriMU tidak sesempurna RASULULLAH S.A.W.....
Saturday, May 28, 2011
Ibnu Khaldun (1332/732H, -- 1406/808H)

Tokoh Abd Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun (عبد الرحمن بن محمد بن خلدون الحضرمي) ataupun lebih dikenali dengan Ibn Khaldun merupakan salah seorang pakar sains Islam yang hidup antara tahun 1332 - 1395.
Nama penuhnya adalah Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad ibn al-Hasan Ibn Khaldun lahir pada 27 Mei 1332 diTunisia dan meninggal 17 Mac 1406 di Kaherah, Mesir.
Keluarga Ibn Khaldun merupakan orang berada yang memberikan pendidikan terbaik kepadanya. Ibn Khaldun merupakan salah seorang pakar sejarah Arab teragung, juga dikenali sebagai bapa kepada sejarah kebudayaan dan sains sosial moden
Pemikirannya dalam bidang pendidikan bermula dari presentasi ensiklopedia ilmu pengetahuannya. Hal ini merupakan jalan untuk membuka teori tentang pengetahuan dan presentasi umum mengenai sejarah sosial dan epitomologi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan.
Menurut Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi dua macam, yakni; pengetahuan rasional dan pengetahuan tradisional. Pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang diperoleh dari kebaikan yang berasal dari pemikiran yang alami.
Sedangkan pengetahuan tradisional merupakan pengetahuan yang subjeknya, metodenya, dan hasilnya, serta perkembangan sejarahnya dibangun oleh kekuasaan atau seseorang yang berkuasa.
Menurut dia, ketika seorang anak baru dilahirkan, maka sang bayi belum memiliki ilmu. ''Bayi itu seumpama sebuah bahan mentah yang harus diberi isi yang baik supaya menjadi orang dewasa yang berguna kelak,'' tutur Ibnu Khaldun.
Ibnu Khaldun mengungkapkan, setiap orang mendapatkan ilmu pengetahuan melalui organ-organ tubuh yang diberikan oleh Tuhan. ''Kita belajar menggunakan mata, telinga, mulut, kaki, dan tangan. Semua organ tubuh itu mendukung kita dalam proses pembelajaran demi mendapat ilmu pengetahuan,'' ungkapnya.
Ibnu Khaldun juga membagi ilmu pengetahuan berdasarkan tingkat pemikiran yaitu: Pengetahuan praktis yang merupakan hasil dari memahami intelijen. Sehingga membuat kita mampu melakukan apapun di dunia dalam sebuah tatanan.
Pengetahuan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus tidak kita lakukan. Hal ini berkaitan dengan apa yang baik dan apa yang buruk. Nilai-nilai tentang kebaikan dan keburukan bisa diperoleh dari intelijen empirik dan dapat diterapkan untuk menuntun kita saat berhubungan dengan orang lain.
Menurut dia, mengajarkan ilmu pengetahuan itu sangat penting, karena ilmu pengetahuan akan lebih mudah diperoleh manusia dengan bantuan dan ajaran gurunya.
Ibn Khaldun menjawat beberapa jawatan di bawah pemerintah Tinisia dan Morocco dan pada tahun 1363 bertindak sebagai duta raja Moor di Granada, kepada Pedro Kejam Castile "the Cruel of Castile".
Ibn Khaldun belayar ke Alexandria pada Oktober 1382, dimana beliau menghabiskan riwayatnya sebagai guru dan pensyarah di Al-Azhar dan universiti lain. Ibn Khaldun juga pernah dilantik sebagai Hakim Diraja oleh Sultan Abul Abbas, Cairo dan mengerjakan haji pada 1387.
Ibn Khaldun menyertai orang-orang Mesir dalam kempen mereka memerangi Tamerlane, pemerintah Mongol, dan bertanggung jawab mengatur penyerahan diri bandar Damsyik semasa ketiadaan Sultan Faraj.
Ibn Khaldun juga memajukan konsep ekonomi, perdagangan dan kebebasan. Ibn Khaldun membangunkan idea bahawa tugas kerajaan hanya terhad kepada mempertahankan rakyatnya dari keganasan, melindungi harta persendirian, menghalang penipuan dalam perdagangan, mencetak dan menguruskan penghasilan wang, dan melaksanakan kepimpinan politik bijaksana dengan perpaduan sosial dan kuasa tanpa paksaan.
Dalam segi ekonomi, Ibn Khaldun memajukan teori nilai dan hubungkaitnya dengan tenaga buruh, memperkenalkan pembahagian tenaga kerja, menyokong pasaran terbuka, menyedari kesan dinamik permintaan dan bekalan keatas harga dan keuntungan, menolak cukai yang tinggi, menyokong perdagangan bebas dengan orang asing, dan percaya kepada kebebasan memilih bagi membenarkan rakyat bekerja keras untuk diri mereka sendiri.
Tambahan lagi, Ibn Khaldun terkenal kerana hasil kerjanya dalam sosiologi, astronomi, numerologi, kimia, dan sejarah. Secara berseorangan, Ibn Khaldun telah meletakkan titik mula bagi tradisi intelelek pemikiran bebas Islam dan Arab, kerajaan bertanggung jawab, pasaran efficent, penyiasatan sains empirikal, pengkajian sosialogi, dan penyelidikan sejarah.
- "Sesiapa jua yang mengambil harta orang lain, atau menggunakannya untuk kerja paksa, atau membuat tuduhan yang tidak wajar hendaklah ingat bahawa ini adalah apa yang Pemberi Hukum maksudkan apabila melarang ketidakadilan."
- - Ibn Khaldun
Friday, May 27, 2011
IBNU SINA(370-428)

Nama ibnu sina di nasabkan kepada datuknye .name sebenarnye ialah Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdullah Ibn Sina atau dikenali sebagai Avicenna di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains dari Iran yang hidup antara tahun 980 - 1037 M.lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak ZAMAN kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu. Pengajian peringkat awalnya bermula di Bukhara dalam bidang bahasa dan sastera. Selain itu, beliau turut mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logik, matematik, sains, fiqh, dan perubatan.
Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;
“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakanorang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akanpernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya… Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.” Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya.
Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, tak menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.
Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.
Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.
Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.
Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.
Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”
Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslimsebelumnya.
Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diridari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.
Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.
Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman darialiran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran AristotelesKristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.
SUMBANGAN
Kemasyhurannya melangkaui wilayah dan negara Islam. Bukunya Al Qanun fi al-Tibb telah diterbitkan di Rom pada tahun 1593 sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggeris dengan judul Precepts of Medicine. Dalam jangka masa tidak sampai 100 tahun, buku itu telah dicetak ke dalam 15 buah bahasa. Pada abad ke-17, buku tersebut telah dijadikan sebagai bahan rujukan asas diuniversiti-universiti Itali dan Perancis. Malahan sehingga abad ke-19, bukunya masih diulang cetak dan digunakan oleh para pelajar perubatan.
Ibnu Sina juga telah menghasilkan sebuah buku yang diberi judul (Remedies for The Heart) yang mengandungi sajak-sajak perubatan. Dalam buku itu, beliau telah menceritakan dan menghuraikan 760 jenis penyakit bersama dengan cara untuk mengubatinya. Hasil tulisan Ibnu Sina sebenarnya tidak terbatas kepada ilmu perubatan sahaja. Tetapi turut merangkumi bidang dan ilmu lain seperti metafizik, muzik, astronomi, philologi (ilmu bahasa), syair, prosa, dan agama.
Penguasaannya dalam pelbagai bidang ilmu itu telah menjadikannya seorang tokoh sarjana yang serba boleh. Beliau tidak sekadar menguasainya tetapi berjaya mencapai tahap kemuncak (zenith) iaitu puncak kecemerlangan tertinggi dalam bidang yang diceburinya.
Di samping menjadi puncak dalam bidang perubatan, Ibnu Sina juga menduduki kedudukan yang tinggi dalam bidang ilmu logik sehingga digelar guru ketiga. Dalam bidang penulisan, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya termasuk kumpulan risalah yang mengandungi hasil sastera kreatif.
Perubatan Yunani berasaskan teori empat unsur yang dinamakan humours iaitu darah, lendir (phlegm), hempedu kuning (yellow bile), dan hempedu hitam (black bile). Menurut teori ini, kesihatan seseorang mempunyai hubungan dengan campuran keempat-empat unsur tersebut. Keempat-empat unsur itu harus berada pada kadar yang seimbang dan apabila keseimbangan ini diganggu maka seseorang akan mendapat penyakit.Perkara yang lebih menakjubkan pada Ibnu Sina ialah beliau juga merupakan seorang ahli falsafah yang terkenal. Beliau pernah menulis sebuah buku berjudul al-Najah yang membicarakan persoalan falsafah. Pemikiran falsafah Ibnu Sina banyak dipengaruhi oleh aliran falsafah al-Farabi yang telah menghidupkan pemikiran Aristotle. Oleh sebab itu, pandangan perubatan Ibnu Sina turut dipengaruhi oleh asas dan teori perubatan Yunani khususnya Hippocrates.
Setiap individu dikatakan mempunyai formula keseimbangan yang berlainan. Meskipun teori itu didapati tidak tepat tetapi telah meletakkan satu landasan kukuh kepada dunia perubatan untuk mengenal pasti punca penyakit yang menjangkiti manusia. Ibnu Sina telah menapis teori-teori kosmogoni Yunani ini dan mengislamkannya.
Ibnu Sina percaya bahawa setiap tubuh manusia terdiri daripada empat unsur iaitu tanah, air, api dan angin. Keempat-empat unsur ini memberikan sifat lembap, sejuk, panas, dan kering serta sentiasa bergantung kepada unsur lain yang terdapat dalam alam ini. Ibnu Sina percaya bahawa wujud ketahanan semula jadi dalam tubuh manusia untuk melawan penyakit. Jadi, selain keseimbangan unsur-unsur yang dinyatakan itu, manusia juga memerlukan ketahanan yang kuat dalam tubuh bagi mengekalkan kesihatan dan proses penyembuhan.
Pengaruh pemikiran Yunani bukan sahaja dapat dilihat dalam pandangan Ibnu Sina mengenai kesihatan dan perubatan, tetapi juga bidang falsafah. Ibnu Sina berpendapat bahawa matematik boleh digunakan untuk mengenal Tuhan. Pandangan seumpama itu pernah dikemukakan oleh ahli falsafah Yunani seperti Pythagoras untuk menghuraikan mengenai sesuatu kejadian. Bagi Pythagoras, sesuatu barangan mempunyai angka-angka dan angka itu berkuasa di alam ini. Berdasarkan pandangan itu, maka Imam al-Ghazali telah menyifatkan fahaman Ibnu Sina sebagai sesat dan lebih merosakkan daripada kepercayaan Yahudi dan Nasrani.
Sebenarnya, Ibnu Sina tidak pernah menolak kekuasaan Tuhan. Dalam buku An-Najah, Ibnu Sina telah menyatakan bahawa pencipta yang dinamakan sebagai "Wajib al-Wujud" ialah satu. Dia tidak berbentuk dan tidak boleh dibahagikan dengan apa-apa cara sekalipun. Menurut Ibnu Sina, segala yang wujud (mumkin al-wujud) terbit daripada "Wajib al-Wujud" yang tidak ada permulaan.
Tetapi tidaklah wajib segala yang wujud itu datang daripada Wajib al-Wujud sebab Dia berkehendak bukan mengikut kehendak. Walau bagaimanapun, tidak menjadi halangan bagi Wajib al-Wujud untuk melimpahkan atau menerbitkan segala yang wujud sebab kesempurnaan dan ketinggian-Nya.
Pemikiran falsafah dan konsep ketuhanannya telah ditulis oleh Ibnu Sina dalam bab "Himah Ilahiyyah" dalam fasal "Tentang adanya susunan akal dan nufus langit dan jirim atasan.
Pemikiran Ibnu Sina ini telah rnencetuskan kontroversi dan telah disifatkan sebagai satu percubaan untuk membahaskan zat Allah. Al-Ghazali telah menulis sebuah buku yang berjudul Tahafat al'Falasifah (Tidak Ada Kesinambungan Dalam Pemikiran Ahli Falsafah) untuk membahaskan pemikiran Ibnu Sina dan al-Farabi.
Antara percanggahan yang diutarakan oleh al-Ghazali ialah penyangkalan terhadap kepercayaan dalam keabadian planet bumi, penyangkalan terhadap penafian Ibnu Sina dan al-Farabi mengenai pembangkitan jasad manusia dengan perasaan kebahagiaan dan kesengsaraan di syurga atau neraka.
Walau apa pun pandangan yang dikemukakan, sumbangan Ibnu Sina dalam perkembangan falsafah Islam tidak mungkin dapat dinafikan. Bahkan beliau boleh dianggap sebagai orang yang bertanggungjawab menyusun ilmu falsafah dan sains dalam Islam. Sesungguhnya, Ibnu Sina tidak sahaja unggul dalam bidang perubatan tetapi kehebatan dalam bidang falsafah mengatasi gurunya sendiri iaitu Abu Al-Nasr Al-Farabi (al-Farabi).
Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya








